Belum Pengaruhi Hunian Hotel, Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

19 hours ago 1
ARTICLE AD BOX
SINGARAJA, NusaBali
Libur panjang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 dan Idul Fitri 1 Syawal 1446, belum berdampak signifikan bagi pariwisata Buleleng. Hingga Rabu (2/4) kemarin, Dinas Pariwisata Buleleng mencatat tingkat hunian hotel berbintang di Buleleng hanya di kisaran 30-40 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, I Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, dari pemantauan sementara hunian hotel berbintang di Buleleng masih relatif rendah. Di kawasan Lovina, tingkat hunian ada di angka 40 persen. Sedangkan di daerah Buleleng Barat seperti Pemuteran dan sekitarnya serta Buleleng Timur di Desa Les dan sekitarnya, rata-rata hanya 30 persen.

“Dari hasil pemantauan kami di lapangan, sementara untuk hunian di hotel berbintang belum banyak. Wisatawan domestik yang diharapkan di libur Nyepi dan Idul FItri ini lebih memilih untuk mencari hotel melati yang harganya lebih terjangkau,” ucap Dody.

Kepala Dispar Buleleng I Gede Dody Sukma Oktiva Askara. –LILIK 

Selain itu, wisatawan domestik yang menjadi target mendongkrak kunjungan di libur panjang ini, kebanyakan hanya singgah. Mereka hanya berkunjung di Daya Tarik Wisata (DTW) yang ada di Buleleng dan kemudian mengunjungi tempat lain tanpa menginap di Buleleng.

Hal ini dibuktikan, kunjungan wisatawan di beberapa DTW meningkat tajam. Seperti di Air Panas Banyuwedang dan Air Panas Banjar hingga kawasan wisata Wanagiri. Bahkan kunjungan di DTW ini meningkat hingga tiga kali lipat jika dibandingkan dengan kunjungan di hari-hari biasa.

Meski demikian, Dody masih merasa optimis, kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel di Buleleng akan meningkat di akhir pekan ini. “Libur Lebaran masih panjang, mudah-mudahan di sisa liburan ini ada peningkatan hunian hotel dan kunjungan wisata. Terutama di tanggal 5-6 April ini,” terang pejabat asal Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.7 k23
Read Entire Article